JAKARTA, iNews.id - Niat puasa Ayyamul Bidh April 2026 yang digabung dengan puasa Syawal tengah banyak dicari umat Islam. Menggabungkan kedua puasa sunnah ini memungkinkan umat Islam meraih keutamaan puasa setahun penuh sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW di pertengahan bulan dengan jadwal yang berdekatan.
Puasa ayyamul bidh bulan ini dimulai Kamis dan berakhir Sabtu tanggal 2-4 April 2026.
Pahala Berlipat! Ini Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin: Arab dan Artinya
Melansir buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah karya Hanif Luthfi, menggabungkan dua niat dalam satu puasa menurut ulama adalah boleh jika waktunya bersamaan baik puasa sunnah dengan qodho Ramadhan maupun puasa sunnah dengan puasa sunnah lainnya. Seperti Puasa Syawal digabung dengan puasa ayyamul bidh maupun puasa Senin Kamis ketika bersamaan dalam satu hari.
Dalil disunnahkannya puasa Ayyamul Bidh ini tertuang dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam At Tirmidzi dan Imam Nasai, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Bolehkah Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan? Begini Hukumnya
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Hai Abu Dzar, “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR Tirmidzi dan an Nasai).
Lantas, bagaimana bacaan niat puasa ayyamul bidh sekaligus puasa syawal? Berikut bacaan lengkapnya.
Niat Puasa Ayyamul Bidh April 2026 Digabung Puasa Syawal
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ايام البيض
وَعَنْ صَوْمَ الشَّوَّال ِللهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati ayyamul bidh wa 'an shauma syawali lillaahi ta’aala
Artinya: Aku berniat puasa sunnah ayyamul bidh dan puasa syawal esok hari karena Allah SWT.
Niat puasa ayyamul bidh dan Puasa Syawal ini boleh dilakukan pada pagi atau siang hari dengan catatan belum makan dan minum sejak pagi lalu terbersit keinginan untuk berpuasa.
Para ulama sepakat bahwa ketentuan untuk berniat sejak sebelum terbitnya fajar hanya berlaku untuk puasa yang hukumnya fardhu, seperti puasa Ramadhan, puasa qadha’ Ramadhan, puasa nadzar dan puasa kaffarah.
Sedangkan untuk puasa yang bukan fardhu atau puasa sunnah, para ulama sepakat tidak mensyaratkan niat sebelum terbit fajar. Jadi boleh berniat puasa meski telah siang hari asal belum makan, minum atau mengerjakan sesuatu yang membatalkan puasa.
Editor: Kastolani Marzuki