Suku dengan Tradisi yang Ekstrem, Berburu Kepala Manusia hingga Potong Jari

Reza Rizki Saputra ยท Jumat, 02 September 2022 - 18:40:00 WIB
Suku dengan Tradisi yang Ekstrem, Berburu Kepala Manusia hingga Potong Jari
Suku dengan tradisi yang ekstrem telah ada sejak zaman dahulu di Tanah Air, salah satunya suku dayak. (Foto: pro.kutaitimur.go.id)..

KUTAI TIMUR, iNews.id - Suku dengan tradisi yang ekstrem telah ada sejak zaman dahulu di Tanah Air. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau. Pulau-pulau di Indonesia juga dihuni lebih dari 360 suku bangsa. 

Indonesia juga kaya akan keragaman budaya dan tradisi. Selain unik, tradisi dari beberapa suku-suku di Indonesia juga dapat dikatakan ekstrem. 

Berikut beberapa suku dengan tradisi yang ekstrem yang ada di Indonesia :

1. Suku Dayak 

Salah satu tradisi Suku Dayak, yakni ngayau atau kayau. Tradisi ini merupakan salah satu tradisi mengerikan yang pernah dilakukan masyarakat Suku Dayak, Kalimantan. 

Pada zaman dahulu, saat para kelompok Suku Dayak masih memuja Dewa, mereka melakukan Ngayau alias tradisi berburu kepala manusia.

Bagi kepercayaan masyarakat Suku Dayak, memenggal kepala manusia merupakan cara untuk membuktikan keberanian dan kemenangan. Namun, tidak semua Dayak menjalankan tradisi ini. Hanya Suku Dayak Ngaju, Dayak Kenyah dan Dayak Iban yang menjalankan tradisi ini.

Tradisi mengerikan tersebut mulai ditinggalkan beberapa Suku Dayak pada 1874. Saat itu, Damang Batu, Kepala Suku Dayak Kahayan mengumpulkan sub-sub Suku Dayak untuk mengadakan musyawarah yang diberi nama Tumbang Anoi.

Isi musyawarah itu merupakan perjanjian untuk mengakhiri tradisi Ngayau karena dianggap menimbulkan perselisihan di antara Suku Dayak. Namun, pada 2001 ketika terjadi bentrokan di Sampit antara Suku Dayak dengan Suku Madura yang merupakan pendatang, tradisi mengerikan ini kembali dilakukan.

Hasilnya ratusan korban berupa tubuh tanpa kepala berjatuhan akibat perburuan yang tiada henti. Praktik tersebut tidak meluas dan berlanjut, sehingga hanya pada konteks perselisihan kedua suku tersebut saja. Kini tradisi tersebut sudah punah dan tidak dilakukan lagi.

2. Suku Dani

Tradisi potong jari atau Iki Palek ternyata memiliki makna mendalam. Bagi masyarakat Suku Dani, potong jari dilakukan untuk menunjukkan kesedihan yang mendalam ketika ada anggota keluarga yang meninggal. 

Jari bagi masyarakat Suku Dani merupakan simbol dari keturunan, persatuan dan kekuatan baik dalam diri manusia maupun keluarga. Jumlah jari yang dipotong menandakan jumlah anggota keluarga yang meninggal. 

Tradisi ini sebagian besar dilakukan oleh kaum perempuan Suku Dani. Selain tradisi pemotongan jari, masyarakat Suku Dani juga melakukan tradisi Nasu Palek. 

Tradisi ini dilakukan oleh beberapa masyarakat suku Dani di Papua, dengan memotong daun telinga mereka sebagai ungkapan belasungkawa. Namun tak semua masyarakat Suku Dani melakukan tradisi tersebut. 

Tradisi tersebut masih ditemukan hingga saat ini walaupun sudah tidak sebanyak zaman dahulu.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: