“Karena itu, kita tunggu saja karena itu proses mekanismenya dari produsen teken kontrak dengan distribustornya, setelah itu baru disalurkan, jadi jatah Provinsi Kaltim itu bisa sampai dua bulan kedepan,” ujarnya.
Dia mengatakan untuk BBM sudah dijelaskan pihak PT Pertamina bahwa stoknya lebih. Namun yang menjadi masalah masih adanya oknum mencari kesempatan untuk melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Sementara untuk stok elpiji masih aman hanya saja pasokannya yang masih perlu ditingkatkan.
“Kita minta suratnya resmi dari pemerintah daerah, sehingga bisa cepat kita respon dan mengirim LPG ke daerah bersangkutan,” ungkap Yadi.
Editor : Dita Angga Rusiana
Artikel Terkait