Ilustrasi bahan pokok. (Foto: Ist)
Dita Angga

SAMARINDA, iNews.id - Stok bahan pokok di Kalimantan Timur (Kaltim) masih aman dan mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Pemprov Kaltim meminta masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying

“Jadi ketahanan bahan pokok kita, mampu dalam dua sampai tiga bulan kedepan. Misalnya beras stok 74.828 ton estimasi kebutuhan hanya 24.276 ton. Stok gula pasir 41.672 ton, estimasi kebutuhan 20.336 ton, stok minyak goreng 1.352 ton estimasi kebutuhan 638 ton,” ujar epala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim Yadi Robyan Noor dikutip dari akun Instagram Pemprov Kaltim @pemprov_kaltim, Rabu (20/4/2022).

“Stok telur ayam 37.897 ton estimasi kebutuhan 34.897 ton, stok daging sapi 4.500 ton estimasi kebutuhan 4.603 ton, stok daging ayam 4.435 ton, estimasi kebutuhan 1.555 ton, bawang merah 1.601 ton, estimasi kebutuhan 851 ton, bawang putih 1.851 ton estimasi 851 ton dan cabai 1.283 ton estimasi kebutuhan 948 ton,” lanjutnya.

Menurutnya sekarang ini masyarakat perlu literasi dan edukasi agar tidak melakukan aksi borong.  Misalnya saja minyak curah, Kaltim memiliki stok 1.352 ton sementera estimasi kebutuhan hanya 638 ton.

“Karena itu, kita tunggu saja karena itu proses mekanismenya dari produsen teken kontrak dengan distribustornya, setelah itu baru disalurkan, jadi jatah Provinsi Kaltim itu bisa sampai dua bulan kedepan,” ujarnya.

Dia mengatakan untuk BBM sudah dijelaskan pihak PT Pertamina bahwa stoknya lebih. Namun yang menjadi masalah masih adanya oknum mencari kesempatan untuk melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Sementara untuk stok elpiji masih aman hanya saja pasokannya yang masih perlu ditingkatkan.

“Kita minta suratnya resmi dari pemerintah daerah, sehingga bisa cepat kita respon dan mengirim LPG ke daerah bersangkutan,” ungkap Yadi. 


Editor : Dita Angga Rusiana

BERITA TERKAIT