Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Lengkap dengan Doa Niat

Kastolani · Kamis, 04 Agustus 2022 - 06:30:00 WIB
Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Lengkap dengan Doa Niat
Tata cara mandi wajib setelah haid yang benar penting diketahui kaum perempuan. Sebaiknya, tidak memakai shampo sebelum mandi wajibnya tuntas. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id- Tata cara mandi wajib baik setelah berhubungan suami istri, haid, maupun nifas penting diketahui tiap Muslim. Sebab, suci dari hadas besar dan kecil merupakan syarat sahnya ibadah baik sholat, membaca Alquran maupun untuk beriktikaf. 

Dalil mandi junub atau mandi wajib itu termaktub dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian melakukan salat di masjid dalam keadaan mabuk, sebelum kalian sadar dan mengerti apa yang kalian ucapkan. Jangan pula kalian memasuki masjid dalam keadaan junub, kecuali bila sekadar melintas tanpa maksud berdiam di dalamnya, sampai kalian mandi” (QS an-Nisaa: 4).

Tim Asatidz Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir dalam kajiannya dikutip dari laman Rumah Fiqih menjelaskan, mandi wajib dilakukan jika seseorang memiliki hadats besar agar bisa kembali berada dalam kesucian.

Di antara hal yang bisa membuat seseorang diharuskan mandi wajib karena berada dalam kondisi hadats besar adalah sebagai berikut:

1. Keluar mani

Mani itu adalah benda cair yang keluar dari kemaluan dengan aroma yang khas, agak amis, sedikit kental dan mudah mengering seperti telur bila telah mengering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ -وَهِيَ اِمْرَأَةُ أَبِي طَلْحَةَ- قَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنَّ اَللَّهَ لا يَسْتَحِي مِنْ اَلْحَقِّ فَهَلْ عَلَى اَلْمَرْأَةِ اَلْغُسْلُ إِذَا اِحْتَلَمَتْ ؟ قَالَ: نَعَمْ. إِذَا رَأَتِ الْمَاءَ

Dari Ummi Salamah radhiyallahu anha bahwa Ummu Sulaim istri Abu Thalhah bertanya: "Ya Rasulullah sungguh Allah tidak malu bila terkait dengan kebenaran, apakah wanita wajib mandi bila bermimpi? Rasulullah SAW menjawab: "Ya, bila dia mendapati air mani". (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Bertemunya dua kemaluan

Ini adalah bahasa lain dari aktivitas sepasang suami istri, baik keluar mani atau tidak, yang jelas sebatas bertemunya dua kemaluan, maka kondisi itu sudah membuat seseorang wajib mandi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 إِذَا الْتَقَى الخَتَاناَنِ أَوْ مَسَّ الخِتَانُ الخِتَانَ وَجَبَ

“Bila dua kemaluan bertemu atau bila kemaluan menyentuh kemaluan lainnya maka hal itu mewajibkan mandi janabah”.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: