Ratusan Rumah Walet di Paser Tak Punya Izin Usaha meski Sudah Terdata

Antara ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 08:46 WIB
Ratusan Rumah Walet di Paser Tak Punya Izin Usaha meski Sudah Terdata
Ilustrasi rumah walet. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA, iNews.id – Ratusan usaha rumah walet di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) belom kantongi izin usaha. Bukan tidak mungkin saat ada pengawasan menyeluruh, akan terjadi penyegelan atau penutupan.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Paser, Madju Simangunsong menyebutkan ratusan usaha rumah walet belum ada satupun dari pemiliknya yang mengantongi izin usaha.

"Jumlah rumah walet mencapai 200-an. Semuanya sudah terdata, tapi belum satu pun yang memiliki izin usaha," katanya Jumat (6/12/2019).

Dia mengaku, DPMPTS sudah mengupayakan agar para pemilik rumah walet segera membuat izin usaha. Namun demikian diperlukan peran semua pihak mulai dari kepala desa (kades), camat hingga instansi terkait untuk mendorong pemilik usaha.

"Perlu dukungan agar ada kesadaran dari pengusaha untuk mengurus perizinannya," katanya.

Dalam pembuatan izin usaha, dokumen lain yang harus terlebih dahulu dipenuhi adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Izin usaha keluar setelah ada IMB. “Diurus dulu IMB-nya baru ada izin usaha," katanya.

Madju mengatakan, dari 200 lebih rumah walet di Paser baru belasan di antaranya yang sudah memiliki IMB. Selama dia menjabat, baru ada tiga rumah walet yang mengurus IMB.

Rumah walet di Paser tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya banyak yang berada di kawasan lindung dan konservasi. Biasanya ada di pesisir pantai yang merupakan kawasan cagar alam. Selain itu, pemilik rumah walet ini tidak hanya warga Paser namun juga berasal dari luar.

Madju memaklumi banyak pemilik rumah walet karena pada umumnya belum memahami tentang perizinan usaha. Dia yakin jika didorong dan dibantu, maka pengusaha akan mau mengurusnya.

“Saya berharap pajak yang dipungut dari pengurusan IMB dan izin usaha akan dapat membantu pemerintah dalam membangun daerah,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah