Pertalite Langka di Kota Samarinda, Polisi Amankan Sejumlah Motor Tangki Modifikasi
SAMARINDA, iNews.id – Warga Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Kondisi tersebut membuat warga menyerbu SPBU hingga terjadi antrean panjang.
Kelangkaan pertalite tersebut diketahui setelah Pertamina membatasi pembelian pertalite yakni untuk sepeda motor ataupun pengecer maksimal Rp50.000 per hari dan mobil Rp300.000 per hari.
Kapolsek Samarinda Kota, AKP Jajat Sudrajat mengatakan, jajarannya terus memonitoring SPBU di berbagai lokasi untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), memantau stok dan mencegah terjadinya penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM).
"Kami terus memonitoring SPBU guna menindaklanjuti laporan terkait kelangkaan BBM subsidi jenis pertalite yang menyebabkan antrean pascakenaikan harga pertamax,” katanya, Rabu (20/7/2022).
Polsek Samarinda Kota melakukan kegiatan monitoring di SPBU Coco Kusuma Bangsa Simpang Hotel Mesra Jalan Kesuma Bangsa - Bhayangkara, Samarinda.
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Samarinda mengamankan empat sepeda motor yang memodifikasi tangki dan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.
"Keempat kendaraan tersebut telah diamankan di Polsek Samarinda Kota dan proses lanjutnya oleh Sat Lantas Polresta Samarinda," ungkapnya.
Dia mengaku, penyebab bahan bakar tak diterima secara merata oleh masyarakat karena banyaknya para pengetap dengan motor ikut berjejer dalam antrean yang diduga mengisi di SPBU dan akan dijual kembali ke masyarakat dengan harga di atas pasaran.
Selain itu, patroli tersebut juga bertujuan untuk memantau pengisian BBM dalam rangka mengantisipasi adanya oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mencoba melakukan praktik illegal pengisian BBM.
"Kami mengimbau pihak SPBU dan masyarakat agar tertib mengantre mengingat pembelian pertalite dibatasi untuk kendaraan roda dua Rp50.000 per hari dan untuk kendaraan roda empat Rp300.000 per hari,"katanya.
Dia berharap ke depan SPBU maupun masyarakat bisa kembali tertib karena saat ini pengisian sudah dibatasi, baik dalam aturan Wali Kota maupun Pertamina.
"Untuk pertalite sepeda motor hanya boleh diisi paling banyak Rp50.000, sedangkan mobil Rp300.000," ucapnya.
Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Samarinda Muhammad Rizal menegaskan jaminan ketersediaan BBM di Kota Samarinda merupakan sinergi dengan aparat penegak hukum (APH). "Kan ini sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota, untuk sepeda motor per liter maksimal hanya Rp50.000, kecuali ojol," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki