Penemuan Jasad Balita Tanpa Kepala, Kapolresta Samarinda: Diduga Ada Kelalaian Yayasan

Maskaryadiansyah ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 18:12 WIB
Penemuan Jasad Balita Tanpa Kepala, Kapolresta Samarinda: Diduga Ada Kelalaian Yayasan
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman saat meninjau lokasi penemuan korban Ahmad Yusuf Ghozali, balita 4 tahun yang tewas di aliran air di Jalan Pangeran Antasari 2 Samarinda, Kaltim, Selasa (10/12/2019). (Foto: iNews/Maskaryadiansyah)

SAMARINDA, iNews.id – Polresta Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) masih menyelidiki kasus penemuan mayat balita tanpa kepala dan tangan di aliran air di Jalan Pangeran Antasari 2 Samarinda, Minggu (8/12/2019) lalu. Polisi menduga ada unsur kelalaian pihak Yayasan Jannatul Athfaal dalam kasus tersebut.

Namun, polisi akan terus mendalami kasus itu apakah korban murni terjatuh atau memang ada unsur kesengajaan. Hal ini disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman saat meninjau langsung lokasi penemuan korban AYG, balita berusia empat tahun yang ditemukan tidak bernyawa di aliran air.

“Tentunya kami juga akan menyelidiki ke tempat awal, ke rumah penitipan, apakah di sini ada unsur kelalaiannya, ataukah ada motif lain, itu masih dalam penyelidikan,” kata Arif Budiman di Samarinda, Selasa (10/12/2019).

 

BACA JUGA:

Mayat Balita Tanpa Kepala dan Tangan di Samarinda Ditemukan Mengapung di Parit

Kasus Kematian Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Gelar Prarekonstruksi

 

Arif mengatakan, sampai saat ini, pihaknya bersama jajaran Polresta Samarinda sudah memeriksa beberapa saksi terkait penemuan jasad AYG. Salah satunya saksi pekerja di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yayasan Jannatul Athfaal yang menjaga korban sebelum korban ditemukan tewas.

Dari keterangan saksi terungkap bahwa korban sempat ditinggalkan beberapa menit. Setelah saksi kembali, dia tidak menemukan korban di tempat semula. Dari keterangan inilah polisi menduga kuat ada kelalaian dan diperkuat dengan keterangan dari saksi lain.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi untuk mengetahui motif kelalaiannya itu bagaimana. Dari keterangan salah satu penjaga rumah, yang bersangkutan meninggalkan anak itu kurang lebih lima menit untuk buang air. Begitu buang air selesai, balik lagi ke tempat anak itu, anak itu sudah enggak ada,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Misteri Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Periksa 8 Saksi

 

Dia mengatakan, polisi juga akan memeriksa saksi-saksi lain untuk memastikan penyebab korban tewas. Penyidik masih terus mencari alat bukti. “Keterangan dari yang lain-lain nanti masih kami dalami,” ujar Arif Budiman.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda AKP Damus Asa sebelumnya juga mengatakan, penyidik memeriksa delapan saksi dalam kasus penemuan jasad balita tanpa kepala itu. Pemeriksaan ini dilakukan setelah polisi melakukan prarekonstruksi di PAUD Jannatul Athfaal, Jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda, Kaltim, Senin (9/12/2019).


Editor : Maria Christina