Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, 500 Sapi di Balikpapan Diperiksa Petugas
Dia melanjutkan, sampel darah dan air liur itu dikirim ke Surabaya karena Balikpapan tidak punya fasilitas pemeriksaan darah ternak.
Dari data yang ada, saat ini di Balikpapan sekurangnya ada 1.100 ekor sapi. Sebagian besar dipelihara oleh para peternak penggemuk, yang untuk selanjutnya dilepas ke Rumah Potong Hewan (RPH), atau disiapkan untuk Hari Raya Idul Adha.
Heria menambahkan, sapi yang tertular penyakit mulut dan kuku bisa fatal. Karena mulutnya sakit, sapi akan susah makan.
“Karena susah makan, daya tahan tubuhnya menurun. Sapinya bisa tiba-tiba ambruk dan mati,” kata Heria.
Pada hewan yang terkena penyakit ini, kuku kakinya juga mengalami luka, infeksi, dan membusuk.
"Ini juga membuat daya tahan sapi menurun dan dapat berujung pada kematian," katanya.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto