Masjid Shiratal Mustaqiem menjadi salahs satu destinasi wisata religi di Kalimantan Timur. (Foto: Kemdikbudristek)
Rizky Agustian

JAKARTA, iNews.id - Wisata religi di Kalimantan Timur (Kaltim) cukup beragam. Biasanya ramai dikunjungi umat Muslim saat liburan tiba atau hari raya Islam.

Wisata tersebut tersebar di beberapa lokasi di Kaltim. Beberapa di antaranya berupa wisata ziarah makam tokoh besar hingga tempat ibadah.

Berikut lima lokasi wisata religi di Kalimantan Timur yang bisa dikunjungi saat liburan hari raya, seperti iNews.id kutip dari berbagai sumber, Sabtu (15/10/2022).

Wisata Religi di Kalimantan Timur

1. Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kalimantan Timur. Tempat ibadah ini berlokasi di Ibu Kota Kalimantan Timur, Samarinda, tepatnya di Kelurahan Teluk Lerong Ulu.

Memiliki luas 43.500 meter persegi itu, Islamic Center Samarinda digadang-gadang menjadi salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara bersama Masjid Istiqlal di Jakarta, Masjid Agung Surabaya, dan Masjid Agung Baiturrahman di Aceh.

Selain bangunan utama, Islamic Center Samarinda turut dilengkapi dengan bangunan penunjang seluas 7.115 meter persegi. Lantai dasar masid memiliki luas 10.270 meter persegi dengan luas lantai bawah tanah 10.235 meter persegi.

Lokasi dibangunnya Islamic Center Samarinda merupakan bekas area kayu milik PT Inhutani I yang dihibahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Keunikan masjid ini terletak di salah satu dari tujuh menara yang memiliki tinggi 99 meter. Tinggi tersebut memiliki arti asmaul husna atau nama-nama Allah sebanyak 99 buah. Sementara enam menara lain menandakan jumlah rukun iman.

2. Masjid Agung Nurul Falah

Kabupaten Paser memiliki masjid kebanggaan sendiri. Masjid itu dinamakan Masjid Agung Nurul Falah yang berlokasi di Desa Tanah Grogot.

Masjid tersebut dibangun pada 1942 silam. Selain dididirkan untuk memfasilitasi ibadah umat Muslim, Masjid Agung Nurul Falah juga diklaim menjadi simbol pembangunan agama Islam.

3. Masjid Shiratal Mustaqiem

Wisata religi di Kalimantan Timur ini terletak di Kota Samarinda. Majid Shiratal Mustaqiem menjadi salah satu destinasi wisata karena menyimpan Alquran berusia 400 tahun.

Berdiri pada 1881 masehi, masjid ini dibangun oleh pedagang muslim asal Pontianak, Said Abdurachman bin Assegaf. Selain tempat ibadah, masjid ini dilengkapi madrasah serta perpustakaan.

Keunikan masjid ini terletak pada arsitekturnya yang terbuat dari kayu ulin. Rangka bangunannya pun tidak menggunakan paku dan besi, namun pasak.

4. Makam La Mohang Daeng Mangkona

Banyak warga yang mendatangi wisata religi di Kalimantan Timur satu ini, yakni makam salah satu tokoh penting dalam cikal bakal pendirian Kota Samarinda, La Mohang Daeng Mangkona.

Namanya sangat termahsyur di kalangan urang etam di Samarinda. Pada 1668 lalu, La Mohang Daeng Mangkona dan beberapa penduduk Suku Bugis Wajo hijrah dari daerah asal mereka karena tidak mau tunduk dengan Perjanjian Bongaja.

Mereka meminta izin untuk menetap di Samarenda, nama asal Kota Samarinda, dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Akhirnya izin dikabulkan dengan syarat mereka membantu pasukan Kutai Kartanegara melawan penjajah pada masa itu.

Karena keberhasilan melawan penjajah, kesultanan akhirnya menghadiahi Daeng Mangkona dan rombongannya tempi Samarinda Seberang sebagai tempat bermukim. Hingga akhirnya dia bersama para pengkutnya mengembangkan Kota Samarinda menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan singgah.

5. Islamic Center Balikpapan

Majid yang turut dikenal sebagai Masjid Madinatul Iman ini terletak di pusat Kota Balikpapan. Pembangunan tempat ibadah umat Muslim ini disebut berkiblat pada Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Maka tak heran, Masjid Madinatul Iman memiliki julukan Nabawi Van Balikpapan lantaran arsitektur yang mirip dengan Masjid Nabawi mulai dari payung-payung teduh, mihrab, dan mimbarnya.

Masjid itu memiliki lima menara, sebanyak empat di antaranya terletak di setiap sudut sementara satu sisanya dibangun terpisah. 

Salah satu menara memiliki tinggi 68,2 meter. Tidak hanya berfungsi mempercantik tampilan masjid, namun menara tersebut juga dipakai sebagai tempat eksibisi dan pusat informasi dengan antena komunikasi setinggi 16,2 meter.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT