Selama hampir satu bulan, Mandala mengeluhkan nyeri yang semakin parah. Rasa sakit yang awalnya di kaki kemudian menjalar hingga ke pinggang dan kepala.
"Pas dua hari magang pernah bilang, pegal saja. Kan kalau berdiri lama berasa," ucapnya.
Dia menuturkan, anaknya diawal hanya mengeluhkan sakit ringan. Setelah sekitar tiga minggu, kondisi korban semakin memburuk dan pembengkakan mulai terlihat.
Meski dalam kondisi sakit, Mandala tetap menjalani aktivitas seperti biasa dan lebih banyak berdiri saat magang. Ia baru beristirahat saat waktu istirahat tiba.
Sehari sebelum meninggal, kondisinya semakin memburuk hingga sempat mendapat penanganan di klinik setempat akibat pembengkakan pada kaki.
Namun keesokan harinya, Mandala meninggal dunia. Sebelumnya, Mandala sempat menyampaikan keinginan terakhir untuk memiliki sepatu baru yang belum sempat terpenuhi. Dia sangat berduka atas kepergian anaknya di tengah keterbatasan keluarga yang masih harus dia tanggung seorang diri.
Pihak sekolah turut memberikan perhatian terhadap kasus ini dan membantu proses pemulasaraan serta pemakaman jenazah, termasuk penyediaan ambulans.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait