Tim BKSDA mengevakuasi orangutan dewasa yang ditemukan pingsan akibat terpapar asap pekat karhutla di Ketapang, Kalbar. (Foto: iNews TV)

KUTAI KARTANEGARA, iNews.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kian mengancam kelestarian satwa langka. Kobaran api kini semakin mendekati Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sekolah Hutan.

Melihat kobaran api yang kian mendekat ke area habitat, sebanyak 11 ekor orangutan terpaksa dievakuasi darurat ke lokasi yang lebih aman demi menghindari ancaman asap pekat dan kebakaran.

Lahan yang terbakar di kawasan Samboja dikelola oleh Yayasan Jejak Pulang. Pemantauan di lapangan menunjukkan jarak titik api kini hanya berkisar 500 meter dari pusat habitat dan lokasi Sekolah Hutan.

Guna mencegah jatuhnya korban satwa dilindungi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama pengelola bergerak cepat melakukan evakuasi.

"Sebanyak 11 orangutan telah kami evakuasi ke kandang perawatan sementara di KM 38 kawasan Samboja. Langkah ini sebagai antisipasi darurat mengingat pergerakan api semakin meluas mendekati habitat utama," ujar Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, Selasa (15/9/2026).

Sebelum ancaman Karhutla meluas, belasan orangutan tersebut sebenarnya sudah berhasil dilepasliarkan dan hidup mandiri di alam bebas.

Humas Yayasan Jejak Pulang, Maria Melani Pedro, menjelaskan bahwa secara umum kondisi fisik ke-11 orangutan pasca-evakuasi dinyatakan dalam keadaan sehat oleh tim medis satwa. Namun, keterbatasan ruang di kandang perawatan memicu sedikit perubahan perilaku.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network