Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Foto: iNews).

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kutai Kartanegara membagikan 5.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik di pusat Kota Tenggarong.

Dampak kabut asap juga mulai dirasakan sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran jarak jauh melalui sistem daring.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat. 

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri memberikan kewenangan kepada satuan pendidikan untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar berdasarkan kondisi kabut asap di wilayah masing-masing.

"Proses belajar mengajar silakan melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) karena Kukar ini sangat luas sehingga kebijakan PJJ ini tidak bisa kita ambil sentralistik di Tenggarong," ujar Aulia Rahman.

Jika kondisi asap semakin tebal, sekolah dapat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebelumnya juga telah mengarahkan pengurangan aktivitas luar ruang sebagai langkah menghindari paparan asap karhutla.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap pekat serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network