Dia menjelaskan, indeks kualitas udara di kawasan tersebut berada pada kisaran 130–150 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Menurut dia, kondisi pada Rabu relatif lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya ketika asap terlihat lebih pekat.
“Indeksnya sekitar 130-150 mikrogram per meter kubik (µg/m³) sekarang. Tapi kan sekarang agak tipis, kemarin tebal. Kemarin agak tebal, tapi saya kira masih oke kita pakai, di sini masih bisa beraktivitas,” ujarnya.
Meski kegiatan pemerintahan belum terganggu secara keseluruhan, Basuki mengingatkan pentingnya langkah antisipasi di tengah kondisi udara tersebut. Dia mengaku tetap menggunakan masker, begitu pula keluarganya, untuk mengurangi paparan asap.
Sementara itu, Otorita IKN berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara di Balikpapan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah deliniasi IKN. Salah satu upaya yang dilakukan yakni operasi water bombing, yaitu pemadaman api menggunakan siraman air dari udara.
Penanganan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan titik kebakaran sekaligus mengurangi kepulan asap yang menyelimuti kawasan pusat pemerintahan. Kondisi kualitas udara dan jarak pandang pun menjadi perhatian di tengah upaya penanganan karhutla di ibu kota baru.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait