"Sudah dua kali kejadian seperti ini. Pernah terjadi saat kunjungan Presiden Joko Widodo di agenda IKN, dan terulang kembali pada kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Yang terpenting adalah agar hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan. Kesalahan sudah disadari dan telah dimintakan maaf," kata Sultan di hadapan Gubernur.
Sultan berharap, ke depannya tim protokoler lebih jeli dan memahami struktur penghormatan terhadap simbol-simbol adat daerah di setiap acara resmi.
Pertemuan ini menandai berakhirnya polemik yang sempat memicu perbincangan luas di media sosial setelah video Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan posisi duduk Sultan yang berada di barisan belakang viral di publik.
Dengan adanya tabayun ini, relasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kini kembali harmonis, dengan penekanan baru pada penguatan protokol daerah yang lebih berbasis pada penghormatan kearifan lokal.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait