Hasil deteksi sebaran hotspot di Provinsi Kaltim yang dirilis BMKG Balikpapan, Jumat (1/4/2022). (Ist/BMKG)
Antara

BALIKPAPAN, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui stasiun di Kota Balikpapan mendeteksi adanya delapan titik panas (hotspot) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Lokasi hotspot ini tersebar pada dua kabupaten 

“Delapan hotspot ini terdeteksi hari ini mulai pukul 01.00 - 17.00 wita dan langsung kami sampaikan ke kabupaten masing-masing,” ujar Prakirawan Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Carolina Meylita Sibarani, Sabtu (2/4/2022).

Pihak yang langsung diberi kabar mengenai adanya hotspot tersebut terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing daerah. Hal ini agar mereka dapat melakukan tindakan lebih lanjut untuk penanganannya.

Menurutnya, penanganan oleh pihak terkait terlihat pada berkurangnya hotspot. Sebab sebelumnya terdeteksi 17 hotspot di tiga kabupaten, namun hari ini titik panas tersebut sudah hilang. Sementara delapan hotspot yang terpantau hari ini merupakan titik baru.

"Dua kabupaten yang terdeteksi adanya delapan hotspot hari ini yakni Kutai Timur lima hotspot, kemudian Kutai Kartanegara (Kukar) tiga hotspot," katanya.

Perinciannya, hotspot di Kutai Timur berada di tiga kecamatan, yakni Bengalon, Batu Ampar dan Sangkulirang. Untuk hotspot di Bengalon, ketiganya memiliki tingkat kepercayaan medium dengan titik koordinat 117.5687 bujur - 0.5794 lintang, koordinat 117.5663 bujur - 0.6758 lintang, kemudian koordinat 117.5637 bujur - 0.6744 lintang.

Kemudian satu hotspot di Batu Ampar dengan tingkat kepercayaan medium pada koordinat 116.8102 bujur - 0.7010 lintang, di Sangkulirang dengan tingkat kepercayaan medium pada koordinat 118.1173 bujur - 1.0071 lintang.

"Untuk tiga hotspot di Kutai Kartanegara, satu di Kecamatan Muara Kaman pada koordinat 116.8377 bujur - 0.2227 lintang, dua di Kecamatan Sebulu pada koordinat 116.9805 bujur - -0.1829 lintang, dan 116.9844 bujur - -0.1854 lintang," ujar Carolina.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT