Ilustrasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan. (Foto: iNews).

SAMARINDA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus meluas dengan total areal terdampak mencapai lebih dari 1.000 hektare. Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar, yakni lebih dari 400 hektare.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat Kutai Kartanegara berada di posisi kedua dengan 219 hektare lahan terdampak. Selanjutnya Kutai Barat mencapai 147 hektare.

Wilayah lain yang turut terdampak, yakni Paser dan Kutai Timur masing-masing 89,3 hektare. Penajam Paser Utara tercatat 48,1 hektare, Samarinda 40,5 hektare, Mahakam Ulu 7 hektare, Bontang 3 hektare, serta Balikpapan 0,5 hektare.

Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, peningkatan titik panas terjadi seiring musim kemarau yang berlangsung panjang. Kondisi tersebut membuat risiko karhutla di sejumlah wilayah Kaltim semakin tinggi.

Pemerintah Provinsi Kaltim telah menetapkan status Siaga Bencana Karhutla sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran yang meluas.

Berdasarkan pemetaan nasional, Kaltim saat ini berada di peringkat kesembilan sebagai daerah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di Indonesia.

"Karhutla yang terjadi saat ini didominasi wilayah di tiga provinsi di Kalimantan. Sementara untuk Kaltim sendiri berada di posisi sembilan nasional kerawanan karhutla," ujar Buyung dikutip dari iNews Balikpapan, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, kondisi karhutla saat ini banyak terjadi di tiga provinsi di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Untuk mencegah kebakaran semakin meluas, penanganan dilakukan secara bersama-sama. BPBD provinsi dan kabupaten/kota bekerja bersama TNI-Polri, perusahaan swasta, serta masyarakat untuk mengantisipasi dan memadamkan titik api.

Petugas terus bergerak di lapangan untuk menangani kebakaran sebelum menjalar ke wilayah yang lebih luas. Upaya tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan tingkat ancaman di masing-masing daerah.


Editor : Kurnia Illahi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network