Pasukan elite TNI yang mematikan, kemampuannya sangat disegani musuh. (Foto: Antara).
Hanna Ratih Aninditya

BONTANG, iNews.id - Pasukan elite TNI yang mematikan sangat disegani musuh. Pasukan elite itu tersebar di tiga matra, yaitu Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Udara (AU).

Jumlah pasuka elite setiap matra juga tidak banyak. Hanya orang-orang pilihan yang telah melalui latihan dan tempaan luar biasa yang bisa menyandang baret pasukan elite tersebut.

Berikut pasukan elite TNI yang mematikan: 

1. Kopassus

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan bagian dari Komando Tempur Utama (Kotama) yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Kopassus memiliki kemampuan khusus, seperti bergerak cepat di segala medan, menembak dengan tepat, pengintaian hingga antiteror.

Latihan Kopassus dibagi menjadi tiga tahap, meliputi tahap basis, gunung hutan dan rawa laut. Setiap prajurit telah dibekali kemampuan perorangan, kelompok maupun koordinasi tim.

Para prajurit harus mampu bertahan di hutan dengan cuaca ekstrem hingga binatang buas hingga potensi risiko lainnya. Kemampuan teknik dan taktik yang dimiliki untuk menghadapai semua tantangan itu akan membentuk jiwa korsa prajurit komando.

Kemudian mereka juga harus mampu melewati tantangan gelombang dan derasnya arus laut, lumpur hidup hingga arus sungai dengan menggunakan taktik khusus.

Pasukan elite TNI yang mematikan, kemampuannya sangat disegani musuh. (Foto: Antara)

Dalam catatan sejarah, Kopassus berhasil memantapkan eksistensinya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas sulit. Deretan operasi yang dilakukan Kopassus antara lain, operasi pemberantasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, pemberantasan G30S/PKI dan UU di Irian Barat.

Selanjutnya, operasi Seroja di Timor Timur (Timor Leste), operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, operasi pembebasan sandera perompak Somalia dan berbagai operasi militer lainnya.

Tugas Operasi Militer Perang (OMP) Kopassus meliputi aksi serangan langsung menghancurkan logistik musuh, tempur SAR, antiteror, intelijen tempur lanjutan (operasi intelijen khusus).

Selain itu, ada tugas Kopassus lainnya, yaitu Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tugas tersebut meliputi bantuan kemanusiaan (humanitarian assistance), AIRSO (operasi antipemberontakan, separatisme dan pemberontakan), bantuan kepada polisi/pemerintah, SAR Khusus dan pengamanan VVIP.

Sifat misi dan tugas operasional mereka yang rahasia, sebagian besar kegiatan tugas unit Kopassus tidak akan pernah sepenuhnya dipahami. Contoh operasi Kopassus yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik, yaitu penyusupan pengungsi Vietnam di Pulau Galang untuk membantu mengumpulkan informasi untuk berkoordinasi dengan Amerika Serikat (CIA), penyusupan di perbatasan Malaysia dan Australia, juga sebagai operasi recce panjang di perbatasan Papua Nugini.

2. Denjaka

Merupakan satuan gabungan antara Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalion Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL. Detasemen Jalamangkara (Denjaka) merupakan detasemen aspek maritim TNI AL. Denjaka juga termasuk salah satu pasukan elite TNI yang mematikan.

Anggota Denjaka harus menyelesaikan pendidikan yang disebut PTAL (Aspek Teror Samudra Penanggulangan). Pendidikan personel Denjaka berlangsung selama enam bulan. 

Pasukan elite TNI yang mematikan, kemampuannya sangat disegani musuh. (Foto: Antara).

Personel Denjaka dididik di Korps Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.   Dari ratusan prajurit yang mengikuti pelatihan, hanya 50 yang terpilih menjadi anggota Denjaka. 

Jumlah personel yang lulus mengikuti pendidikan Denjaka juga tidak banyak karena para anggota Denjaka harus memiliki IQ yang tinggi dan harus kuat untuk menjalani latihan berat dan berbahaya.

Kemampuan seorang anggota Denjaka setara dengan 120 prajurit biasa. Detasemen dengan semboyan Satya Wira Dharma ini didedikasikan untuk satuan antiteror meski bisa juga beroperasi di mana saja, terutama aspek antiteror di laut.  

3. Yontaifib

Untuk menjadi anggota Batalion Intai Amfibi (Yontaifib), calon dipilih dari kesatuan Marinir yang memenuhi syarat mental, fisik, kesehatan dan telah mengabdi minimal dua tahun. Salah satu program latihan untuk siswa intai amfibi, yaitu berenang dengan tangan dan kaki terikat sejauh 3 kilometer.

Pasukan elite TNI yang mematikan, kemampuannya sangat disegani musuh. (Foto: Dok. Sindonews).

Yontaifib merupakan unit elite Korps Marinir yang berspesialisasi dalam operasi pengintaian Amfibi dan pengintaian khusus. Kesatuan ini sebanding dengan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus di jajaran TNI. Satuan ini dulunya bernama KIPAM (Komando Pengintaian Amfibi).

Dari satuan ini direkrut kembali prajurit-prajurit terbaik untuk memasuki Denjaka.

4. Kopaska

Tugas utama pasukan ini peledakan/demosili bawah air, termasuk sabotase/penyerangan terselubung terhadap kapal musuh dan sabotase pangkalan musuh, torpedo mati (kamikaze), penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, penyiapan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror antiterorisme di laut/maritim. Kopaska juga termasuk terkenal sebagai pasukan elite TNI yang mematikan.

Pasukan elite TNI yang mematikan, kemampuannya sangat disegani musuh. (Foto: Dok. TNI).

Saat ini Kopaska terbagi menjadi tiga komando, yaitu Satuan Komando Pasukan Katak Armada I Pondok Dayung, Jakarta Utara,  Satuan Komando Pasukan Kodok Armada II di Surabaya  dan Satuan Komando Pasukan Katak Armada III di Sorong.

Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan pasukan khusus TNI AL didirikan pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya.

Motto korps ini, "Tan Hana Wighna Tan Sirna" yang berarti "Tidak Ada Halangan yang tidak Dapat Diatasi".

5. Paskhas (Kopasgat)

Pasukan Khas (Paskhas) merupakan satuan tempur TNI AU yang dikenal dengan Baret Jingga. Setiap prajurit Paskhas wajib memiliki minimal kualifikasi parakomando (Parako) agar dapat menjalankan tugasnya secara profesional, kemudian menambah keahlian khusus di udara sesuai dengan keahliannya.

Pasukan elite TNI yang mematikan, kemampuannya sangat disegani musuh. (Foto: Dok. TNI).

Kopaskhas yang kini berubah nama menjadi Komando Pasukan Cepat (Kopasgat) bertugas untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan satuan tersebut sebagai angkatan udara agar siap secara operasional dalam mengejar sasaran dan pertahanan objek strategis pertahanan udara, operasi khusus darat dan dimensi udara khusus dalam operasi militer sesuai kebijaksanaan dari Panglima TNI.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT