get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Toko Sembako dan Bengkel di Balikapapan, 1 Orang Tewas Terjebak Api

5 Rumah Adat Kalimantan Timur, Nomor 3 Bisa Dihuni Ratusan Orang

Jumat, 30 September 2022 - 15:20:00 WIB
5 Rumah Adat Kalimantan Timur, Nomor 3 Bisa Dihuni Ratusan Orang
Rumah Adat Kalimantan Timur salah satunya Rumah Lamin. (Foto: Instagram @orienata_fy)

JAKARTA, iNews.id - Rumah adat Kalimantan Timur terdapat lima macam. Rumah adat tersebut memiliki keunikan seperti rumah adat dari daerah lain.

Tak berbeda dari rumah adat lain di Pulau Kalimantan, rumah adat Kalimantan Timur juga memiliki bentuk dan filosofi yang menarik.  

Berikut daftar rumah adat Kalimantan Timur:

1. Rumah Adat Lamin

Rumah adat Lamin merupakan rumah adat yang menjadi tempat kediaman suku Dayak. Bangunan rumah adat Lamin berukuran kurang lebih 300 meter dengan lebar 15 meter.

Ketinggian rumah panggung khas Kalimantan Timur ini mencapai 3 meter. Biasanya, rumah ini memiliki banyak ruangan yang bisa ditinggali sekitar 25-30 kelapa keluarga atau 100 orang.

2. Rumah Adat Bulungan

Rumah adat Bulungan berada di kota Tanjung Kelor, Kalimantan Timur. Bangunan rumah adat ini berbentuk formal dan simetris hasil pengaruh zaman kolonial.

Rumah adat Bulungan banyak mendapat pengaruh Melayu. Hal ini bisa terlihat dari penggunaan warna cerah seperti kuning, hijau, dan merah.

3. Rumah Adat Betang 

Rumah Betang. (Instagram @food_n_travel_2020)
Rumah Betang. (Instagram @food_n_travel_2020)

Rumah adat Betang memiliki artian membentang atau memanjang dengan ukuran kurang lebih 100-150 meter dan lebar 50 meter serta tinggi 5 meter. Hal ini bertujuan untuk berlindung dari ancaman banjir karena mereka berada di sekitar sungai.

Rumah Betang juga termasuk rumah yang megah, dan bisa dihuni ratusan orang dari puluhan kepala keluarga.

Salah satu ciri khas rumah adat Betang adalah tangga yang hanya bisa dilalui oleh satu orang, dan bisa dinaikkan saat malam hari. Ini untuk menghindari orang asing masuk serta mitos Ngayau.

4. Rumah Adat Paser

Rumah adat milik suku Paser ini terletak disekitar sungai dan membuatnya harus berada 2 meter tingginya dari permukaan tanah.

Suku Paser percaya berada di sekitar aliran sungai bisa memberikan mereka kelimpahan pangan, seperti ikan, kerang, umbi-umbian, buah, juga binatang hutan yang melimpah.

Rumah adat Paser memiliki bentuk atap bangunan berbentuk limas segitiga dengan masing-masing sudut kiri dan kanan sebesar 45 derajat. Atap rumah ini terbuat dari daun nipah atau kulit kayu sungkai.

Pada area lantai bangunan ini menggunakan pohon niung atau bambu, yang dijalin menggunakan rotan dan anak anak kayu bundar. Dalam satu rumah, biasanya terdapat 3 kepala keluarga yang merupakan orang tua, anak, dan menantu.

5. Rumah Adat Wahea

Suku Dayak Wahea atau Wahau merupakan satu-satunya suku yang mendiami Kawasan sungai Tlan dan Long Msaq Teng di wilayah Wehea. Mereka tidak mengenal rumah adat lain, seperti rumah adat Lamin dan Betang.

Rumah adat bernama WAhea ini berbentuk rumah panggung dengan jembatan sebagai penghubung antar sesama suku. Umumnya mereka menggunakan pasak kayu dan rotan untuk merekatkan bangunan. 

Editor: Reza Yunanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut