Mengenal Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Calon Ibu Kota RI

Donald Karouw ยท Senin, 26 Agustus 2019 - 15:26 WIB
Mengenal Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Calon Ibu Kota RI
Wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. (Foto: Istimewa).

PENAJAM, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota baru. Ada dua wilayah yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

Secara umum, Penajam Paser Utara awalnya masuk dalam wilayah Kabupaten Paser dan memisahkan diri pada 2002. Daerah ini menjadi kabupaten termuda kedua di Provinsi Kaltim, sekaligus provinsi ke-13 di daerah tersebut.

Saat ini terdapat empat kecamatan dalam pemerintahannya, yakni Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku.

Sementara secara geografis, Penajam Paser Utara merupakan daerah yang didominasi wilayah perbukitan dan dataran di bagian barat. Dataran luas ini dinilai cocok untuk membangun pusat pemerintahan.

Berdasarkan data BPS, luas wilayahnya mencapai 3.333,06 km, meliputi daratan seluas 3.060.82 km dan sisanya lautan seluas 272.24 km. Penajam Paser Utara termasuk wilayah iklim tropika humida dengan temperatur udara rata-rata 26 celcius.

Posisinya letaknya berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah Utara, kemudian Samboja, Balikpapan di sebelah Timur. Lalu Kabupaten Paser di bagian Selatan dan Barat dengan Kabupaten Kutai Barat.

Benuo Tako (sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara) dinilai layak dan aman menjadi ibu kota Negara karena minim terjadi bencana alam. Selain itu, daerah ini juga tak pernah memiliki sejarah catatan konflik sosial.

Selain Penajam Paser Utara, sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara juga akan dijadikan calon Ibu Kota baru pengganti Jakarta. Wilayah di Kaltim tersebut dinilai ideal sebagai pusat pemerintahan Indonesia ke depannya.

Kutai Kartanegara memiliki luas 27.263,10 kilometer persegi, dan luas perairannya 4.097 kilometer persegi. Daerah ini memiliki 18 kecamatan dan 225 desa.

Letak daerah tersebut berada di koordinat di 115º26’28” bujur timur - 117º 36’ 43" bujur barat dan 1º28’21” lintang utara - 1º08’06” lintang selatan.

Wilayah yang awalnya Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura ini baru dimekarkan pada 1999 lalu. Daerah dengan jumlah penduduk sekitar 600.000 ribu jiwa (sensus 2010) ini awalnya satu kawasan dengan Balikpapan, Bontang dan Samarinda.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan lokasi ibu kota baru pengganti Jakarta. Ibu Kota negara tersebut akan berada di Kaltim.

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur," katanya di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Kaltim dipilih karena beberapa alasan. Menurut Presiden, dari segi risiko bencana kedua daerah tersebut dinilai minim, baik banjir, gempa tsunami, longsor, gunung api aktif hingga kebakaran hutan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal