BERAU, iNews.id – Sejumlah pasien anak terpaksa dirawat di lorong-lorong RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (30/8/2022). Kondisi tersebut terjadi menyusul membeludaknya jumlah pasien anak, sedangkan ruang perawatan yang tersedia sudah penuh.
Humas RSUD Abdul Rivai Berau, dokter Erva Anggriana mengatakan, penderita DBD yang menyerang anak meningkat signifikan. Selain DBD, mereka yang menjalani perawatan rata-rata terjangkit penyakit akut seperti tipes dan paru-paru.
Kasus DBD di Tuban Meningkat, 155 Dirawat 3 Meninggal Dunia
Menurut dia, waktu sembuh penyakit yang dialami para pasien tersebut cukup lama sehingga memerlukan perawatan langsung oleh dokter di rumah sakit. Sedangkan jumlah ruang rawat inap sangat minim.
“Karena itu, pasien yang silih berganti datang membuat ruangan akhirnya penuh. Kondisi ini terjadi sudah seminggu terkahir,” katanya.
DBD di Sangihe Mengganas, Bertambah 13 Kasus Selama Agustus 2022, Total 177 Penderita
Kendati dirawat di lorong ruamg sakit, para orang tua pasien memaklumi kondisi tersebut. Mereka dengan lapang dada menerima anaknya dirawat di pojok lorong karena kapasitas ruangan yang minim.
“Kami memaklumi dan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit tetap maksimal,” kata Nova, salah satu orang tua pasien anak.
Dari data RSUD Berau, hingga akhir Agustus kasus DBD yang menyerang anak-anak mencapai 49 kasus. Jumlah itu naik dari Juli 2022 yang hanya 42 kasus. Sementara untuk penyakit tipes, dari 6 menjadi 20 kasus dan bronkopneumonia atau penyakit paru-paru sebanyak 43 kasus dari sebelumnya yang hanya 15 kasus.
Editor: Kastolani Marzuki