Lagu Daerah di Kalimantan Timur yang Populer, Lengkap Lirik dan Maknanya
JAKARTA, iNews.id - Daftar lagu daerah di Kalimantan Timur yang liriknya sarat makna dan filosofi. Lagu daerah ini menjadi salah satu kearifan lokal dan media untuk menyampaikan pesan, cerita serta hiburan kepada masyakat setempat.
1. Lamin Talungsur
Seperti judulnya, lagu ini berasal dari nama rumah adat di Kalimantan Timur. Lagu yang berasal dari Berau ini menceritakan tempat dari rumah adat suku dayak.
Bentuk rumah ini sangat khas dengan ukuran rumah yang besar, tinggi dan panjang. Lagu ini menceritakan tentang rumah yang tenggelam dan hilang masuk ke dalam sungai. Makna yang ada dalam lagu ini menceritakan tentang kesedihan di sebuah perkampungan yang tenggelam.
Lirik lagi Lamin Talungsur
Basurung ke ulu rantau tujuan
Basunsung surut mangiring pasang
Rantau tujuan lamin talunsur adidindang
Kissarini kunun jadi susuran
Lamin talungsur la nama rantaunya
Nyadi susuran jaman ka jaman
Adalah kunun ini kissanya adidindang
Si Ayus mangail baulli kali
Paulliannya lalu disalai
Di atas salaian cadandak mati
Jabakulisar manggalim buar
Si Ayus galli tatawa galak
Tapi apa kunun jadi akhirnya
Turunla imbut cada takira
Kampung talungsur kadasar sungai adidindang
Yattu susuranya lamin talungsur
2. Indung-Indung
Indung Indung Kepala Lindung
Hujan Di Udik Di Sini Mendung
Anak Siapa Pakai Kerudung
Mata Melirik Kaki Kesandung
La Haula Wala Kuwwatta
Mata Melihat Seperti Buta
Tiada Daya Tiada Upaya
Melainkan Tuhan Yang Maha Esa
Aduh Aduh Siti Aishah
Mandi Di Kali Rambutnya Basah
Tidak Sembahyang Tidak Puasa
Di Dalam Kubur Mendapat Siksa
Duduk Goyang Di Kusi Goyang
Beduk Subuh Hampir Siang
Bangunkan Ibu Suruh Sembahyang
Jadilah Anak Yang Tersayang
3. Burung Enggang
Lagu daerah Kalimantan Timur selanjutnya yaitu Burung Enggang yang menggunakan lirik dari bahasa Kutai. Burung ini merupakan hewan khas dari Kalimantan Timur yang sangat dijaga serta memiliki filosofi kehidupan suku dayak di Kalimantan Timur.
Burung enggang si burung wali
Apa kabar datang ke sini
Singgah di ranting puhun wanyi
Merana hidup terangguk-angguk
Burung enggang si burung tari
Bulu ditata disusun rapi
Hilang bulu menderita bathin
Di dalam hati urang ha’ marah
Burung enggang enda’ nya mati
Ranca’ merista di dalam hati
Namun hilang jangan ha’ hilang si burung enggang
Burung enggang enda’nya mati
Ranca’ merista di dalam hati
Namun hilang jangan ha’ hilang si burung enggang
Oh burung enggang
Mandi’ sampai hati melihat
Namun punah mandi’lah jua
Merista diri seumur hidup
Burung enggang si burung tari
Bulu ditata disusun rapi
Hilang bulu menderita bathin
Di dalam hati urang ha’ marah
4. Sungai Kandilo
Lagu daerah di Kalimantan Timur berikutnya yaitu Sungai Kandilo, yang berasal dari Kabupaten Paser. Lirik yang digunakan adalah bahasa paser dengan syair yang sederhana seperti berikut ini.
“Sungai Kandilo kenangan manis, belo ku kewot
Kunoit turi kunoit nupi lang kananganku
Oh kenone kumalan oro
Oh kenone kulolo aut
Kaseh kumapos lotong yo’ po diang aru
Seku moko kesowot terus
Seku moko kunopiterus
Belo takeo pengkono keduo derang”
5. Meharit
Lagu daerah Kalimantan Timur selanjutnya Meharit. Judul lagu ini diambil dari kata meharit, yaitu bahasa Kutai yang artinya 'Aku Prihatin'. Makna lagu Meharit adalah ajakan kepada kita sebagai manusia untuk menjaga alam serta keseimbangannya.
Datang hulu behanyut
Gubang behanyut mudik
Membawa penumpang wan barang
Mandi’ tahu henda’ kemana
Aku meharit di sini
Melihat sungai merota’
Hati mandi’ nyaman melihat
Di sungai Mahakam
Meharit meharit
Meharit aku meharit
Menggaring menggaring
Menggaring aku menggaring
Datang hulu behanyut
Gubang behanyut mudik
Membawa penumpang wan barang
Mandi’ tahu henda’ kemana
Aku meharit di sini
Melihat sungai merota’
Hati mandi’ nyaman melihat
Di sungai Mahakam
Meharit meharit
Meharit aku meharit
Menggaring menggaring
Menggaring aku menggaring
Editor: Donald Karouw