get app
inews
Aa Text
Read Next : Gerakan Rakyat Banten Sebut Aneh Harga Bahan Pokok Meroket usai Pemilu 2024

Jelang Nataru, Disperindag Kaltim Pastikan Stok Bahan Pokok Aman hingga 3 Bulan ke Depan

Jumat, 23 Desember 2022 - 14:06:00 WIB
Jelang Nataru, Disperindag Kaltim Pastikan Stok Bahan Pokok Aman hingga 3 Bulan ke Depan
Disperindag Kalimantan Timur (Kaltim) pastikan ketersediaan bahan pokok di Kaltim aman hingga tiga bulan ke depan. (Foto: Ilustrasi/Ist)

SAMARINDA, iNews.id - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, ketersediaan bahan pokok di Kalimantan Timur dipastikan aman hingga tiga bulan ke depan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindag) dan UKM Kaltim HM Sa'duddin.  

"Alhamdulillah untuk saat ini ketersediaan stok barang pokok bisa bertahan 1,5 hingga 3 bulan mendatang," katanya, Kamis (22/12/2022).

Dia mengatakan, stok bahan pokok tersebut di antaranya seperti minyak goreng, beras, kedelai, cabai rawit, daging dan telur.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, kata dia, untuk harga jual bahan pokok tersebut belum begitu naik secara signifikan jadi masih dalam ring harga acuan, dan belum ada kenaikan tinggi sekali. 

"Memang harga bahan pokok di Kaltim lebih tinggi dari Jawa dan Sulawesi, tapi untuk di Kaltim sendiri harga segitu masih terserap dan masih terjangkau oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan dalam rangka menekan lonjakan harga, Pemerintah Provinsi Kaltim telah memberikan bantuan subsidi ongkos angkut kepada para pengusaha.

Selain itu, setiap momentum menjelang hari besar pihaknya dengan Bulog, BPOM, Polda dan Instansi terkait telah melakukan pengawasan terpadu.

Selain terkait stok harga juga produk komoditas itu sendiri jangan sampai di pasar-pasar ada barang yang tidak siap di konsumsi.

"Pemerintah punya kewajiban menjaga stok, harga dan mutu agar produk tersebut berkualitas," jelasnya.

Terkait lonjakan harga, Sa'duddin menjelaskan kenaikan harga setiap komoditas berbeda-beda kebijakan seperti beras, berdasarkan sistem Harga Eceran Tertinggi (HET) ada medium dan premium.

Sedangkan komoditas lain tidak menggunakan sistem HET tetapi menggunakan harga acuan.

"Kami terus lakukan monitor harga dan stok  menjelang hari-hari besar terutama hari besar agama, natal, lebaran dan sebagainya," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengawasan terpadu dengan berbagai sektor di akhir tahun ini seperti mengecek berbagai kemasan bahan makan di supermarket.

"Apakah sudah ada labelnya atau produknya sudah ada SNI, kemudian barang halal atau tidak halal," ujarnya.

Editor: Candra Setia Budi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut