Harapan Jokowi Soal Ibu Kota Baru: Hijau, Penuh Oksigen, dan Banyak Orang Berjalan Kaki

Antara ยท Rabu, 18 Desember 2019 - 15:43 WIB
Harapan Jokowi Soal Ibu Kota Baru: Hijau, Penuh Oksigen, dan Banyak Orang Berjalan Kaki
Presiden Jokowi (kiri) saat meninjau lokasi ibu kota baru bersama Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor (kanan) di Sepaku, Panajam Paser Utara, Kaltim, Selasa (17/12/2019). (Foto: Humas Setkab)

BALIKPAPAN, iNews.id – Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya mengenai desain ibu kota baru di tengah kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur. Jokowi membayangkan ibu kota baru di Kaltim itu akan penuh dengan pepohonan, bebas polusi serta banyak warga yang berjalan kaki.

Hal itu disampaikan Jokowi saat berbincang dengan awak media, Rabu (18/12/2019). “Kawasan tersebut nantinya akan hijau dan penuh dengan oksigen, tidak ada polusi, tidak ada limbah, banyak orang berjalan kaki, naik sepeda, dan naik transportasi umum. Ibu kota baru akan bebas emisi dan yang ada adalah mobil-mobil listrik yang tidak menghasilkan emisi. Bayangannya seperti itu,” kata Jokowi.

Selasa (17/12/2019) kemarin, Jokowi sudah meninjau lokasi calon ibu kota baru yang ada di kawasan hak konsesi hak pengusaha hutan (HPH) PT International Timber Corporation in Indonesia (ITCI) di Kecamatan Sepaku, Penajem Paser Utara, Kaltim. Setelah melihat kondisi lapangan, Jokowi optimis akan banyak arsitek perkotaan yang tertarik untuk mendesain ibu kota baru.

Menurutnya, kontur yang berbukit-bukit akan membuat tata ibu kota baru akan lebih menarik dibanding di tempat datar. “Setelah dilihat, saya jamin banyak arsitek atau urban planner yang senang dengan kontur naik turun seperti itu karena akan lebih cantik jika naik turun daripada datar saja,” ucapnya.

Lokasi calon ibu kota baru berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kontur di lokasi tersebut memang berbukit-bukit karena merupakan bekas hutan tanaman industri seluas 256 ribu hektare dengan kawasan inti seluas 56 ribu hektare.

Jokowi mengatakan ibu kota baru akan dibagi menjadi sejumlah klaster yaitu klaster pemerintahan seluas 5.600 hektare, klaster kesehatan, klaster pendidikan serta klaster riset dan teknologi. Mantan wali kota Solo itu menyebut tak akan ada klaster perindustrian di ibu kota baru untuk mewujudkan suasana hijau dan bebas polusi serta limbah.

Demi menghadirkan ibu kota baru yang penuh pepohonan, Jokowi sudah meminta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar menyiapkan kebun bibit seluas 100 hektar dan bibit mangrove di teluk yang akan menjadi bagian dari ibu kota baru. Hal itu menurutnya perlu dilakukan sebagai upaya konservasi yang diharapkan menjadi daya tarik ibu kota baru.

"Bu Siti (Nurbaya) sudah siapkan kebun bibit seluas 100 hektare. Ini baru mencari tempat yang datar sehingga akan disiapkan bibit baik yang bisa cepat tumbuh seperti ekaliptus dan akasia, juga ada pohon-pohon asli di sini seperti kampar, kapur, ulin, bengkirai. Bibit mangrove juga kita siapkan. Kita ingin memperbaiki lingkungan karena sudah banyak yang rusak dan ini akan menjadi daya tarik bagi ibu kota ini, seperti ada kawasan konservasi bekantan,” katanya.

Selain itu Jokowi juga mengatakan pemerintah akan membangun jalan tol dari Balikpapan menuju Sepaku untuk mempermudah akses. Menurutnya jalan tol tersebut akan mempersingkat waktu tempuh dari Balikpapan ke Sepaku atau sebaliknya. Tol tersebut rencananya akan mulai dibangun tahun 2020 mendatang.

“Sepaku dan Balikpapan dapat dikatakan dekat sekali. Kemarin kita memang jalan memutar selama 2,5 jam tapi kalau tol sudah jadi maka dapat dilangsungkan dari Balikpapan ke Sepaku paling 30 menit sampai," ujar Presiden.


Editor : Rizal Bomantama