Dirut Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Solar yang Terjadi di Kaltim

Antara ยท Kamis, 07 April 2022 - 16:53:00 WIB
Dirut Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Solar yang Terjadi di Kaltim
Ilustrasi antrean solar. (Foto: Antara)

SAMARINDA, iNews.id – Antrean solar yang terjadi di di Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu disebabkan oleh konsumsi yang melebihi kuota subsidi yang ditetapkan. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat mendampingi Menteri ESDM Arifin Tasrif sidak ke beberapa SPBU di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Di beberapa wilayah di Kalimantan Timur, kuotanya ada yang mencapai lebih dari 20 persen, over kuota. Kemudian, kita berikan kelonggaran walaupun over kuota kita tetap suplai, itu mulai Maret. Jadi, antrean mungkin terjadi sebelum itu, karena over kuota dan itu barang subsidi. Itu terjadi di semua wilayah di Indonesia,” katanya, Kamis (7/4/2022).

Nicke mengatakan pihaknya telah memembentuk Satgas untuk mengatasi penimbunan dan penyalahgunaan solar.

“Kita sudah membentuk tim Satuan Tugas BBM yang anggotanya terdiri dari Kementerian ESDM, BPH Migas, dan juga aparat kepolisian untuk menanggulangi terjadinya kelangkaan dan melakukan penindakan jika terjadi penimbunan dan penyalahgunaan," tambah Nicke.

Selain itu Tim Satgas akan melakukan pengawasan, mengatur peruntukannya, menertibkan dan melakukan penindakan jika terjadi penyalahgunaan solar bersubsidi.

"Karena, kalau ini tidak kita atur, maka beban negara luar biasa dan hak masyarakat, rakyat yang kurang mampu dinikmati oleh pengusaha besar, ini tidak boleh terjadi," ujarnya.

Pada kesempatan itu dia juga mengungkapkan Pertamina memberikan jaminan stok BBM dan elpiji saat Ramadan dan lebaran.  Menurutnya, peningkatan konsumsi saat Ramadan telah diantisipasi Pertamina.

"Kita jaga betul karena ini ada peningkatan konsumsi dan itu sudah kita siapkan, detailkan perencanaannya baik suplai maupun distribusinya. Tadi, kita keliling mendatangi lima SPBU di sekitar Kota Samarinda bersama Pak Menteri ESDM dan tidak melihat adanya antrean dari hari-hari sebelumnya," tuturnya.

Editor : Dita Angga Rusiana

Bagikan Artikel: