get app
inews
Aa Text
Read Next : Demo Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Ricuh, Massa Baku Hantam dengan Petugas

Demo Mahasiswa di Gedung DPRD Tarakan Ricuh, Massa dan Polisi Saling Dorong

Senin, 06 April 2026 - 19:51:00 WIB
Demo Mahasiswa di Gedung DPRD Tarakan Ricuh, Massa dan Polisi Saling Dorong
Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di Gedung DPRD Tarakan, Kaltara berakhir ricuh, Senin (6/4/2026). (Foto: iNews)

TARAKAN, iNews.idAksi demonstrasi ratusan mahasiswa di depan Kantor DPRD Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), berakhir ricuh, Senin (6/4/2026) sore. Massa terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian hingga melakukan aksi bakar ban bekas di depan gerbang kantor wakil rakyat tersebut. 

Kericuhan dipicu saat mahasiswa mencoba menerobos barikade polisi karena merasa aspirasinya tidak segera diakomodasi oleh pimpinan dewan. 

Suasana memanas ketika massa aksi yang tertahan di luar pagar mencoba merangsek masuk ke halaman kantor DPRD. Polisi yang berjaga ketat melakukan pengadangan, hingga aksi saling dorong tak terhindarkan.

Di tengah orasi yang menggebu, mahasiswa membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan, yang mengakibatkan asap hitam membumbung tinggi dan menutupi akses jalan utama. 

Guna meredam situasi agar tidak semakin anarkis, petugas akhirnya mengizinkan perwakilan massa memasuki halaman kantor untuk menemui anggota dewan.

Soroti Anggaran Konsumsi Rp12 Miliar

Di hadapan Ketua DPRD Kota Tarakan dan sejumlah anggota dewan, massa aksi menyampaikan sejumlah poin tuntutan yang krusial. Salah satu yang paling mencolok adalah desakan agar Ketua DPRD Kaltara segera mundur dari jabatannya. 

Tak hanya itu, mahasiswa juga melayangkan kritik tajam terkait kebijakan anggaran yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, khususnya di sektor pendidikan. 

"Kami menyoroti adanya pemotongan anggaran pendidikan yang sangat drastis, dari Rp15 miliar menjadi hanya Rp5 miliar. Sementara itu, anggaran untuk konsumsi justru tetap besar, mencapai Rp12 miliar. Ini sangat melukai hati rakyat," teriak salah satu orator aksi, Senin (6/4/2026).

Ketidakseimbangan alokasi anggaran ini menjadi pemantik utama kemarahan mahasiswa yang menilai pemerintah daerah dan legislatif lebih mementingkan fasilitas perut pejabat ketimbang masa depan pendidikan anak bangsa di Kalimantan Utara.

Usai menyampaikan aspirasi dan menyerahkan berkas tuntutan secara langsung, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib menjelang petang. Namun, mereka memberikan peringatan keras kepada pihak DPRD. 

"Ini baru permulaan. Jika tuntutan kami tidak segera dipenuhi atau tidak ada perubahan kebijakan anggaran, kami berjanji akan kembali menggelar aksi serupa dengan massa yang lebih besar," tegas mahasiswa sebelum meninggalkan lokasi.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut