Banjir Samarinda Kaltim Meluas, Jumlah Korban Bertambah Jadi 56.000 Jiwa

Fuji Mustopan ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 09:32 WIB
Banjir Samarinda Kaltim Meluas, Jumlah Korban Bertambah Jadi 56.000 Jiwa
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Samarinda Ifran menjelaskan data terbaru korban banjir di Kota Samarinda, Kaltim, Jumat (14/6/2019). (Foto: iNews/Fuji Mustopan)

SAMARINDA, iNews.id – Jumlah korban banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), hingga Jumat (14/6/2019) pagi, bertambah menjadi 56.123 jiwa dari sebelumnya sebanyak 36.000 jiwa. Hal ini menyusul banjir yang terus meluas dari tiga kecamatan menjadi lima kecamatan.

Kedua kecamatan yang dilanda banjir tersebut, yakni Kecamatan Samarinda Ilir dan Kecamatan Sungai Kunjang. Sebelumnya, lokasi banjir hanya berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Samarinda Ulu, Kecamatan Samarinda Utara, dan Kecamatan Sungai Pinang. Sementara jumlah desa yang terdampak di lima kecamatan itu mencapai 13 kelurahan.

“Data terbaru yang didapat pada Jumat pagi ini, korban banjir mencapai 17.485 KK dengan jumlah 56.123 jiwa, dari yang sebelumnya sebanyak 36.000 jiwa. Peningkatan jumlah korban ini karena ada dua kecamatan lain masuk dalam daftar kawasan korban banjir,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Ifran.


Dia mengatakan, data itu diperoleh langsung dari kelurahan-kelurahan di kecamatan yang terdampak banjir. Hingga kini, Posko Induk Tanggap Darurat Bencana masih dipusatkan di Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Usaha Mikro Kecil dan Menengah di kawasan Jalan DI Pandjaitan Kecamatan Sungai Pinang Samarinda.

Menurut Ifran, jumlah korban yang masuk hingga Jumat malam atau hari kesembilan musibah banjir di Samarinda diperkirakan masih akan terus bertambah. Pasalnyal, pendataan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di bawah kendali BPBD Kota Samarinda.

Sementara penyaluran bantuan kepada para korban juga terus dilakukan secara merata hingga hari keenam tanggap darurat di Samarinda. Bantuan masih dipusatkan di posko induk tanggap darurat di Jalan DI Pandjaitan.

”Untuk hari berikutnya, distribusi bantuan lebih selektif lagi, artinya memang hanya disalurkan bagi mereka yang paling membutuhkan saja,” ujarnya.

Dari pantauan iNews, hingga hari kesembilan musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Samarinda, debit air sudah mulai menyusut antara 20 hingga 40 sentimeter.


Editor : Maria Christina