SAMARINDA, iNews.id - Sultan Banjar Khairul Saleh Mustaim Billah dari Kesultanan Banjar menyebut Kalimantan Timur kini merupakan daerah yang menjadi masa depan bangsa Indonesia. Hal ini setelah wilayah tersebut ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru.
"Pemerintah telah menetapkan Kaltim sebagai ibu kota baru sehingga orang Banjar di Kaltim harus menjadi barisan terdepan mendukung pembangunan masa depan bangsa," ujar Khairul Saleh saat pengukuhan Pengurus Wilayah Provinsi Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT) di Samarinda, Sabtu (22/1/2022)
KBBKT katanya, harus menjadi ruang untuk saling membangun kepercayaan dan solidaritas. Kemudian yang tua agar tidak lelah menasehati yang muda. Yang muda menuruti nasehat orang lebih tua.
"Jangan sampai ada orang Banjar yang suka ribut sesama hanya karena soal perebutan kekuasaan, jabatan formal dan informal yang berpotensi memecah belah persaudaraan," katanya.
Ilmu pengetahuan yang dimiliki harus menjadi penuntun dalam mengajak kebaikan. Jabatan yang dimiliki harus menjadi jalan berbuat kebaikan dan keadilan kepada siapa pun. Jangan sampai ilmu mengalahkan adab, jabatan mengalahkan amanah.
Adanya organisasi KBBKT lanjutnya harus dimaknai sebagai ruang bersama untuk saling membesarkan, saling memanggungkan dalam berbagai pentas lokal, regional, nasional, bahkan hingga pentas internasional.
"Mengapa demikian? Cara pandang kita hari ini harus mampu melihat keorganisasian ini tidak sekadar ruang berkumpul sesama entitas suku, tetapi harus menjadi ruang untuk menjemput zaman," ucapnya.
Dia mengaku percaya dengan kepemimpinan Irianto Lambrie dan pengurus KBBKT yang baru saja dikukuhkan. Sebab mereka yang dikukuhkan ini merupakan orang-orang yang tidak sekadar memiliki kemampuan dalam berorganisasi, tetapi juga punya banyak kemampuan.
"Orang-orang yang dikukuhkan hari ini bukan hanya memiliki kemampuan merekatkan yang tidak rekat, tetapi mampu membawa marwah orang Banjar sebagai bangsa yang tangguh, seia sekata, dan mampu menjemput zaman," ujarnya.
Menurutnya, terbentuknya suatu kepengurusan entitas etnis atau paguyuban menandakan kesadaran warga atas pentingnya menjalin silaturahmi, menjalin ukhuwah terutama keleluhuran orang Banjar.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait