TENGGARONG, iNews.id - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengunjungi lokasi kebakaran rumah di Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Minggu (18/10/2026). Lima hari setelah tragedi yang menewaskan seorang ayah dan dua anaknya itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah pemulihan sekaligus memperkuat pencegahan kebakaran.
Didampingi istrinya, Andi Deezca Pravidhia Aulia, Aulia tiba di posko kebakaran pukul 10.07 Wita. Keduanya menyapa warga terdampak dan menyerahkan bantuan sebelum meninjau langsung kawasan permukiman yang terbakar di Gang Karya.
Kebakaran yang terjadi pada Selasa malam 13 Oktober 2026 itu merenggut nyawa dua kakak beradik, Ahmad (7) dan Husen (3). Keduanya ditemukan dalam kondisi saling berpelukan. Ayah mereka yang berusaha menyelamatkan anak-anaknya mengalami luka bakar serius dan meninggal dunia setelah menjalani perawatan.
Aulia mengatakan, kebakaran tersebut berdampak pada 11 rumah dan 15 kepala keluarga (KK). Pemerintah Kabupaten Kukar menyiapkan penanganan jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk membantu warga melewati masa pemulihan.
"Pemerintah daerah hadir di sini untuk meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran ini, melihat langsung situasi dan kondisi yang ada, serta merencanakan langkah-langkah agar ketika terjadi musibah seperti ini, penanganannya bisa lebih cepat lagi," kata Aulia dikutip dari iNewas Kutai, Minggu (18/10/2026).
Dalam jangka pendek, pemerintah berupaya memastikan aktivitas sehari-hari warga terdampak tetap berjalan. Adapun penataan dan pembangunan kembali kawasan yang terbakar akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan serta kewenangan pemerintah daerah.
Selain pemulihan, Aulia menekankan pentingnya mitigasi karena kebakaran berulang dapat mengancam keselamatan warga. Pemkab Kukar berencana bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran melalui masjid dan langgar setiap waktu salat.
Imbauan tersebut akan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan kompor dan peralatan listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
"Ketika musibah belum terjadi, sering kali kita ceroboh terkait hal-hal seperti ini. Tugas kita sekarang adalah bagaimana saling mengingatkan satu sama lain," ujarnya.
Bupati Kukar juga meminta kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di setiap rukun tetangga (RT) diaktifkan kembali. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan warga terhadap potensi bahaya di lingkungan masing-masing.
"Yang kita inginkan sekarang adalah bagaimana kita bisa melakukan mitigasi sehingga kebakaran tidak terjadi," katanya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait